Image default
Media Partner

Tak Selalu Akurat, Ini 4 Penyebab Hasil Test Pack Kehamilan Keliru


AKURAT.CO, Banyak wanita memilih menggunakan alat tes kehamilan yang kerap disebut ‘test pack’ sebelum memeriksakan diri ke dokter. Test pack ini didesain untuk mendeteksi jejak Human Chorionic Gonadotropin (HCG), hormon yang diproduksi selama masa kehamilan.

baca juga:

Alat tes kehamilan yang praktis ini diklaim punya tingkat keakuratan hingga 99 persen. Namun, ada kalanya hasilnya tidak sesuai dengan hasil tes darah oleh dokter kandungan.

Faktanya, tes darah lebih akurat daripada test pack karena ada sejumlah faktor yang bisa membuat hasil test pack ini keliru.

Dilansir oleh AKURAT.CO dari Women’s Health South Afrika, inilah 4 faktor yang bisa membuat test pack menunjukkan hasil yang salah.

1. Mengidap penyakit tertentu

Ada beberapa jenis sel kanker yang memproduksi beta-HCG sehingga bisa memanipulasi hasil test pack. “Penyakit tertentu, seperti tumor ovarium, bisa menyebabkan naiknya hormon HCG,” kata Heather Bartos, seorang dokter kandungan.

“Misalnya, pada koriokarsinoma, kanker ganas yang melibatkan sel-sel plasenta yang tertahan, akan memproduksi hormon HCG dalam jumlah yang tinggi, sama seperti saat sedang hamil.”

2. Kondisi air kencing

Faktor air kencing ini kerap memberikan hasil negatif, padahal seharusnya positif. Sebenarnya, hasil positif ini bisa ditunjukkan jika menggunakan air kencing pertama pada pagi hari setelah bangun tidur.

Pada saat itu, kadar hormon HCG mencapai puncaknya. Jadi, jika bukan air kencing pertama yang digunakan, kadar hormon kehamilan ini tidak terlalu tinggi sehingga tidak terdeteksi oleh test pack.

3. Embrio tidak berkembang saat masih dini

Meski calon janin tak berkembang, masih ada hormon-hormon di dalam tubuh yang mendukung kehamilan. Begitu sel telur tertanam di uterus, HCG pun akan diproduksi oleh sel-sel yang seharusnya berkembang di plasenta.

Jadi, hasil test pack yang positif tidaklah salah karena memang ada embrio di dalam rahim. Sayangnya, embrio itu tidak berkembang tak lama setelah pembuahan.

4. Menggunakan obat-obatan tertentu

Obat-obatan yang diresepkan oleh dokter bisa menunjukkan hasil test pack positif, padahal faktanya sebenarnya negatif. Misalnya saja, pasien menggunakan obat atau suntikan penyubur kandungan yang mengandung hormon HCG yang bisa memanipulasi hasil test pack.

Selain itu, ada beberapa pasien yang menggunakan HCG untuk menurunkan berat badan, termasuk menjalani suntik hormon. []


Baca Selengkapnya

Related Articles

Cari Sneaker Harga Miring? Datang ke Sneakerpeak Kemang the Fifth

AKURATCO OFFICIAL

Berwisata ke Luwuk Banggai, Wajib Coba Beberapa Makanan Khas Ini

AKURATCO OFFICIAL

Banyak Sampah, Begini Cara Ragunan Mengolahnya

AKURATCO OFFICIAL