Image default
Media Partner

Perilaku Konsumtif Jadi Salah Satu Faktor Sampah Plastik Sulit Teratasi


AKURAT.CO Sampah plastik memang telah menjadi sebuah permasalahan sejak lama yang berdampak pada kerusakan lingkungan. Dampak negatif dari sampah berbahan plastik tidak hanya terhadap lingkungan saja, tapi juga menganggu kesehatan manusia, dan membunuh habitat hewan yang dilindungi.

Mengganti komponen berbahan plastik dari produk makanan maupun minuman bukan menjadi solusi yang tepat mengatasi permasalahan lawas ini. Hal itu dikarenakan komponen berbahan plastik sudah dirasa paling sesuai untuk membungkus suatu barang produksi.

Hal itu disampaikan Regional Technical Director Coca-Cola Indonesia, Gunawan Mangunsukarjo dalam jumpa media Gerakan Plastic Reborn #BeraniMengubah yang dihadiri Akurat.co di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis, (13/6).

“Penggunaan bahan plastik sendiri telah menjadi kebutuhan dan suatu hal yang tidak mungkin tergantikan. Sebab plastik merupakan inovasi luar biasa yang bersifat fleksibel, affordable (terjangkau), dan tahan lama. Karena itu penggunaan plastik dalam berbagai bentuk telah menjadi bagian tak terhindarkan dari kehidupan masyarakat,” ungkapnya.

baca juga:

Permasalahan sampah plastik yang semakin meresahkan terjadi karena ulah manusia itu sendiri. Cukup banyak individu yang makin konsumtif tetapi tidak acuh terhadap permasalahan yang sebenarnya ia ketahui.

“Faktor utama sampah tentu berasal dari perilaku masyarakat yang semakin konsumtif. Minimnya kesadaran dan pola pikir juga turut andil, hal ini bisa dicegah dengan memilah dan mengumpulkan sampah plastik dalam satu tempat,” ungkap Profesor Enri Damanhuri, Guru Besar Pengelolaan Udara dan Limbah, lnstitut Teknologi Bandung dalam kesempatan yang sama.

Memberikan edukasi mengenai sampah plastik harus terus dilakukan meskipun hal ini sudah jadi cara lama. Salah satu edukasi yang perlu terus diberikan ialah pentingnya membiasakan untuk tidak membuang sampah di mana saja, dan membiasakan untuk berperilaku bijaksana dalam menggunakan plastik termasuk dalam haI penanganan sampahnya.

“Permasalahan sampah memang merupakan tugas dari seluruh pihak. Namun, penanganannya dapat dimulai dari individu masing-masing. Artinya semua orang Indonesia harus dapat mengelola sampahnya di sumber mereka sendiri di rumah, sekolah atau kantor,” tambah Profesor Enri.

Kerja sama yang saling berkaitan juga perlu dilakukan dari berbagai puhak untuk benar-benar mengatasi permasalahan plastik yang mengancam lingkungan.

“Selain itu diperlukan kerja sama dari pihak produsen, pengumpul sampah plastik (collector) sampai konsumen untuk berperan aktif dalam mendorong masyarakat berperilaku lebih bijaksana dalam penanganan sampahnya, melalui edukasi dan penegakan peraturan yang konsisten,” tutup Profesor Enri.


Baca Selengkapnya

Related Articles

Menahan Kencing Bisa Berujung Batu Ginjal? Ini Kata Ahli

AKURATCO OFFICIAL

Goyangan Jembatan Limpapeh di Bukittinggi

AKURATCO OFFICIAL

Rakornas dan Workshop HIMPAUDI Wujudkan PAUD Berkualitas

AKURATCO OFFICIAL